Trauma atau cedera pada wajah bukan hanya soal estetika atau penampilan, tetapi juga berkaitan erat dengan fungsi vital seperti bernapas, makan, dan melihat. Cedera ini bisa terjadi akibat kecelakaan kendaraan, benturan saat olahraga, hingga jatuh.
Lantas, apa saja yang diperiksa dokter saat menangani pasien trauma wajah? Berikut adalah poin-poin penting yang perlu Anda pahami.
Apa yang Ditanyakan Dokter? (Anamnesis)
Langkah pertama adalah pengumpulan informasi. Jika pasien sadar, dokter akan menanyakan:
Mekanisme Kejadian: Bagaimana kecelakaan terjadi untuk memperkirakan kekuatan benturan.
Keluhan Sensorik: Apakah ada perubahan pada penglihatan (kabur/ganda), pendengaran, hingga indra penciuman dan perasa.
Tanda Cedera Otak: Adanya sakit kepala hebat, mual muntah, atau rasa kesemutan pada area tubuh lain.
Tahapan Pemeriksaan Fisik pada Wajah
Setelah memastikan jalan napas aman, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh:
1. Deteksi Patah Tulang Wajah
Dokter akan meraba area wajah untuk mencari adanya krepitus (bunyi gemeretak tulang) atau posisi tulang yang tidak rata (step-off). Salah satu yang paling diwaspadai adalah Fraktur Le Fort, yaitu patah tulang yang melibatkan rahang atas hingga wajah bagian tengah.
2. Pemeriksaan Area Mata
Mata adalah area yang sangat sensitif. Hal-hal yang diperiksa meliputi:
Posisi Bola Mata: Apakah tampak masuk ke dalam atau justru menonjol (indikasi perdarahan di belakang bola mata).
Gerakan Mata: Jika pasien sulit melihat ke atas atau melihat ganda (diplopia), ada risiko otot mata terjepit di sela patahan tulang.
3. Pemeriksaan Mulut dan Rahang
Tes Bilah Lidah: Dokter meminta pasien menggigit bilah kayu. Jika pasien mampu mematahkannya dengan gigi, kemungkinan besar rahang bawah tidak patah.
Perubahan Suara: Suara serak bisa menjadi tanda adanya sumbatan pada saluran napas atau trauma leher.
4. Pemeriksaan Telinga dan Hidung
Kebocoran Cairan Otak: Dokter akan memeriksa apakah ada cairan bening yang keluar dari telinga atau hidung. Cairan ini bisa jadi merupakan cairan pelindung otak (CSF).
Hematoma Septum: Munculnya gumpalan darah atau massa ungu pada sekat hidung. Kondisi ini darurat dan harus segera ditangani agar tulang rawan hidung tidak mati.
Pentingnya Pemeriksaan Saraf
Dokter akan menguji dua saraf utama di wajah:
Saraf Trigeminus: Menguji apakah wajah masih bisa merasakan sentuhan.
Saraf Fasialis: Meminta pasien tersenyum atau mengangkat alis untuk memastikan otot wajah tidak lumpuh akibat cedera saraf.
Catatan Penting: Trauma wajah sering kali disertai dengan cedera otak atau cedera tulang belakang. Jangan memindahkan posisi kepala pasien secara sembarangan sebelum bantuan medis tiba.
Kode ICD 10 kasus bedah tersering di IGD