Thursday, 22 January 2026

Anamnesis Nyeri Dada dengan OPQRST: Panduan Praktis untuk Mahasiswa Kedokteran


Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai dalam praktik klinis dan memiliki implikasi kegawatdaruratan yang tinggi. Bagi mahasiswa kedokteran, kemampuan melakukan anamnesis cepat, terstruktur, dan berorientasi klinis sangat penting untuk mengenali kemungkinan nyeri dada iskemik sejak dini.
Salah satu metode yang direkomendasikan dalam pendidikan klinik adalah pendekatan OPQRST, yang membantu menilai karakter nyeri secara sistematis dan mendukung proses penalaran klinis sebelum pemeriksaan penunjang dilakukan.

OPQRST pada Nyeri Dada Iskemik

O – Onset (Awitan Nyeri)

Nyeri dada iskemik dapat muncul mendadak atau bertahap. Awitan nyeri sering berhubungan dengan:

  • Aktivitas fisik
  • Stres emosional
  • Paparan cuaca dingin
  • Sudah dirasakan beberapa hari terakhir ?

Pada infark miokard, nyeri dapat timbul saat istirahat dan umumnya tidak membaik.

📌 Red flag: nyeri dada baru onset pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular.

P – Provocation / Palliation (Pencetus dan Pereda)

Pencetus nyeri:

  • Aktivitas fisik
  • Emosi
  • Takikardia
  • Sedang duduk, berbaring atau aktivitas 

Pereda nyeri:

  • Istirahat (khas pada angina stabil)
  • Nitrat dapat mengurangi nyeri, namun tidak digunakan sebagai alat diagnostik

⚠️ Nyeri yang tidak membaik dengan istirahat harus menimbulkan kecurigaan terhadap Sindrom Koroner Akut (SKA).

Q – Quality (Kualitas Nyeri)

Kualitas nyeri dada iskemik umumnya digambarkan sebagai:

  • Menekan
  • Tertindih
  • Diremas
  • Rasa penuh atau sesak di dada

❌ Jarang bersifat:

  • Tajam
  • Menusuk
  • Terlokalisasi satu titik

📌 Pasien sering menunjukkan gestur mengepal di dada (Levine sign) saat menggambarkan nyeri.

R – Radiation (Penjalaran)

Nyeri dada iskemik sering menjalar, terutama ke:

  • Lengan kiri (paling spesifik)
  • Bahu
  • Leher
  • Rahang bawah
  • Punggung (interskapula)
  • Epigastrium

📌 Adanya penjalaran nyeri meningkatkan probabilitas iskemia miokard.

S – Severity (Derajat Nyeri)

Derajat nyeri umumnya sedang hingga berat, dengan:

  • Skala nyeri sering >7/10
  • Disertai gejala otonom seperti:
    • Keringat dingin
    • Mual
    • Rasa akan meninggal (sense of impending doom)

T – Time (Durasi dan Pola Waktu)

Nyeri dada iskemik biasanya:

  • Berlangsung >5–10 menit
  • Bersifat menetap
  • Nyeri hilang timbul tidak ?

Pola waktu:

  • Angina: nyeri konsisten dan berulang
  • Infark: nyeri progresif, semakin berat, dan tidak hilang

📌 Nyeri dada <1 menit jarang bersifat iskemik.

Pendekatan OPQRST merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai mahasiswa kedokteran dalam menilai nyeri dada. Anamnesis yang sistematis memungkinkan identifikasi dini karakteristik nyeri dada iskemik dan membantu menentukan prioritas kegawatan pasien.
Dalam konteks pendidikan klinik, prinsip yang harus selalu diingat adalah:

👉 Nyeri dada harus dianggap kardiak sampai terbukti bukan.

OPQRST tidak menggantikan pemeriksaan penunjang, namun menjadi fondasi penting dalam penalaran klinis dan pengambilan keputusan awal.



Baca juga



No comments:

Post a Comment