Sunday, 11 January 2026

Daftar ICD-10 Tersering di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Bagian Pediatri

Situasi pelayanan gawat darurat pediatri dengan dokter IGD dan pasien anak


Pasien anak yang datang ke IGD dapat berada pada kondisi non-emergensi hingga kondisi yang mengancam nyawa. Dalam praktik klinis sehari-hari, pencatatan diagnosis yang akurat dan terstandarisasi menjadi aspek penting, baik untuk keperluan medis, administratif, klaim pembiayaan, maupun data epidemiologi.

Salah satu sistem klasifikasi diagnosis yang digunakan secara global adalah International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10). Pemahaman mengenai kode ICD-10 yang paling sering muncul di IGD pediatri sangat penting bagi dokter IGD, dokter muda, serta mahasiswa kedokteran, agar proses dokumentasi berjalan efisien dan sesuai standar.


Artikel ini membahas daftar ICD-10 tersering di IGD pediatri, disertai penjelasan klinis singkat untuk membantu penerapan dalam praktik sehari-hari.

Pentingnya ICD-10 di IGD Pediatri

Penggunaan ICD-10 di IGD memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:

  1. Standarisasi diagnosis antar tenaga kesehatan
  2. Kemudahan pelaporan dan klaim pembiayaan
  3. Pencatatan statistik morbiditas dan mortalitas
  4. Evaluasi mutu pelayanan IGD
  5. Penelitian dan pengambilan kebijakan kesehatan

Di IGD pediatri, diagnosis sering kali bersifat klinis awal (working diagnosis), sehingga pemilihan kode ICD-10 harus mencerminkan kondisi yang paling relevan saat pasien ditangani.

Kelompok Diagnosis Tersering di IGD Pediatri

Secara umum, kasus IGD pediatri dapat dikelompokkan menjadi:

  • Infeksi saluran napas
  • Penyakit infeksi sistemik
  • Gangguan gastrointestinal
  • Demam tanpa fokus
  • Trauma
  • Gangguan pernapasan akut
  • Kejang dan gangguan neurologis
  • Dehidrasi dan gangguan cairan

Berikut daftar ICD-10 tersering berdasarkan kelompok tersebut.

1. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan

🔹 J06.9 – Acute Upper Respiratory Infection, Unspecified

Infeksi saluran napas atas akut (ISPA) merupakan diagnosis paling sering pada anak di IGD. Pasien biasanya datang dengan keluhan demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorok.

Kode ini digunakan bila:

  • Etiologi belum ditentukan
  • Tidak ada tanda komplikasi
  • Pemeriksaan penunjang terbatas


🔹 J18.9 – Pneumonia, Unspecified Organism

Pneumonia merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas penting pada anak.

Digunakan bila:

  • Gambaran klinis mendukung pneumonia
  • Etiologi belum teridentifikasi
  • Foto toraks menunjukkan infiltrat

🔹 J21.9 – Acute Bronchiolitis, Unspecified

Sering ditemukan pada bayi dan balita, terutama akibat infeksi virus.

Gejala umum:

  • Sesak napas
  • Wheezing
  • Retraksi dada

2. Demam dan Penyakit Infeksi Umum

🔹 R50.9 – Fever, Unspecified

Kode ini sering digunakan pada anak yang datang dengan demam tanpa fokus jelas.

Digunakan sebagai:

  • Diagnosis awal
  • Sambil menunggu evaluasi lanjutan

🔹 A09 – Diarrhea and Gastroenteritis of Presumed Infectious Origin

Diare akut merupakan keluhan umum di IGD pediatri.

Gejala:

  • Diare cair
  • Muntah
  • Demam
  • Risiko dehidrasi


3. Gangguan Gastrointestinal

🔹 K52.9 – Noninfective Gastroenteritis and Colitis, Unspecified

Digunakan bila:

  • Tidak ditemukan tanda infeksi jelas
  • Diduga iritasi atau intoleransi makanan

🔹 R11 – Nausea and Vomiting

Digunakan bila muntah menjadi keluhan utama tanpa diagnosis spesifik lain.


4. Kejang dan Gangguan Neurologis

🔹 R56.0 – Febrile Convulsions

Kejang demam merupakan salah satu kasus emergensi pediatri yang paling sering.

Digunakan pada:

  • Anak usia 6 bulan – 5 tahun
  • Kejang disertai demam
  • Tanpa infeksi SSP

🔹 G40.9 – Epilepsy, Unspecified

Digunakan pada pasien dengan riwayat epilepsi yang datang dengan kejang berulang.


5. Gangguan Pernapasan Akut

🔹 J45.9 – Asthma, Unspecified

Serangan asma akut sering menjadi alasan kunjungan IGD.

Gejala:

  • Sesak napas
  • Wheezing
  • Riwayat asma sebelumnya

🔹 J96.0 – Acute Respiratory Failure

Digunakan pada kondisi gawat napas dengan gangguan oksigenasi atau ventilasi.


6. Trauma pada Anak

🔹 S00–T14 – Injury, Poisoning, and Other Consequences of External Causes

Trauma merupakan penyebab kunjungan IGD yang signifikan, terutama pada anak usia sekolah.

Contoh kode:

  • S00.9 – Cedera kepala superfisial
  • S52.9 – Fraktur lengan
  • T14.9 – Cedera, tidak spesifik


7. Dehidrasi dan Gangguan Cairan

🔹 E86 – Volume Depletion (Dehydration)

Sering terkait dengan diare dan muntah.

Digunakan bila terdapat:

  • Turgor kulit menurun
  • Mata cekung
  • Produksi urin menurun


8. Penyakit Infeksi Spesifik Anak

🔹 B34.9 – Viral Infection, Unspecified

Digunakan pada dugaan infeksi virus tanpa fokus jelas.

🔹 A90 – Dengue Fever

Penting di daerah endemis dengue.

Digunakan bila:

  • Demam akut
  • Nyeri otot
  • Trombositopenia


Tips Praktis Penggunaan ICD-10 di IGD Pediatri

  1. Gunakan diagnosis klinis utama sebagai dasar kode
  2. Hindari penggunaan kode terlalu spesifik tanpa data pendukung
  3. Dokumentasikan gejala dan temuan klinis secara lengkap
  4. Gunakan kode R (symptom-based) bila diagnosis belum pasti
  5. Update diagnosis bila pasien dirawat atau dilakukan evaluasi lanjutan
Daftar ICD-10 tersering pada pasien anak di instalasi gawat darurat


Pemahaman mengenai ICD-10 tersering di IGD pediatri merupakan keterampilan dasar yang wajib dimiliki oleh dokter IGD dan mahasiswa kedokteran. Selain membantu dalam pencatatan medis dan klaim administratif, penggunaan ICD-10 yang tepat juga mencerminkan kualitas pelayanan dan profesionalisme tenaga kesehatan.

Dengan mengenali pola diagnosis yang sering muncul, tenaga medis dapat bekerja lebih efisien, akurat, dan sesuai standar nasional maupun internasional.


Baca jug Penilaian cepat anak di IGD

No comments:

Post a Comment