Sunday, 4 January 2026

Gagal ginjal kronis : Anemia hingga Dialisis



Gagal Ginjal Kronis ( selanjutnya disingkat CKD <chronic kidney disease>) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan progresif dalam jangka waktu lama.
Ini terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring darah secara efektif, sehingga limbah dan cairan menumpuk.

Beberapa penyebab utama gagal ginjal kronis 
-Diabetes mellitus — penyebab tersering karena glomerulosklerosis diabetik.
-Hipertensi kronis — tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah ginjal.
-Glomerulonefritis — peradangan glomerulus.
- Penyakit batu ginjal, penyakit vasculitis, maupun penyakit genetik juga dapat berkontribusi.

Pasien gagal ginjal kronis akan mengalami gejala :
-Fatigue (kelelahan) akibat anemia dan akumulasi toksin darah
-Edema / bengkak karena retensi cairan
-Gangguan elektrolit seperti ↑ kalium (hyperkalemia)
-asidosis metabolik akibat kurangnya ekskresi asam
Hipertensi sekunder akibat gangguan regulasi volume dan RAAS

Komplikasi lanjutan gagal ginjal, di antaranya:
Anemia kronis
Bone mineral disorder (osteodystrophy)
Cardiovascular disease
Gangguan lipid
Gagal ginjal akhir yang memerlukan dialisis atau transplantasi

Notes pada gangguan kulit seperti S4 ( staphilococcus scalded skin syndrome) dapat memperparah gangguan ginjal. 

Penanganan pasien gagal ginjal kronis dapat berupa : 
-kontrol tekanan darah (mis. ACE inhibitor / ARB)
-kontrol gula darah pada diabetes
-Diet rendah protein / natrium sesuai indikasi
-terapi untuk komplikasi (mis. anemia, asidosis metabolik)
-Dialisis / transplantasi ginjal untuk CKD stadium akhir

Untuk melihat kode ICD 10 dapat ke kode ICD 10 Intern paling sering di IGD
Untuk melihat kode ICD 10 kasus bedah dapat ke kode ICD 10 bedah/trauma paling sering di IGD

No comments:

Post a Comment