Skor GCS diperoleh dari penjumlahan tiga komponen utama:
- Eye Opening (E)
- Verbal Response (V)
- Motor Response (M)
Total skor berkisar antara 3–15, dengan skor lebih rendah menunjukkan gangguan kesadaran yang lebih berat.
1. Pembukaan Mata (Eye Opening)
| Skor | Kriteria |
|---|---|
| 4 | Membuka mata spontan |
| 3 | Membuka mata terhadap suara |
| 2 | Membuka mata terhadap rangsang nyeri |
| 1 | Tidak ada respons |
2. Respons Verbal (Verbal Response)
Komponen ini berbeda secara signifikan antara bayi dan anak/dewasa, sehingga perlu perhatian khusus saat interpretasi.
| Skor | Bayi (Infants) | Anak-anak / Dewasa |
|---|---|---|
| 5 | Mengoceh / babbling | Orientasi baik |
| 4 | Menangis gelisah (irritable crying) | Bingung |
| 3 | Menangis saat nyeri | Kata-kata tidak sesuai |
| 2 | Mengerang saat nyeri | Suara tidak dapat dimengerti |
| 1 | Tidak ada respons | Tidak ada respons |
3. Respons Motorik (Motor Response)
| Skor | Bayi (Infants) | Anak-anak / Dewasa |
|---|---|---|
| 6 | Gerakan spontan | Mematuhi perintah |
| 5 | Menghindari sentuhan | Melokalisasi nyeri |
| 4 | Menghindari nyeri | Menarik diri dari nyeri |
| 3 | Fleksi abnormal (decorticate) | Fleksi abnormal |
| 2 | Ekstensi abnormal (decerebrate) | Ekstensi abnormal |
| 1 | Tidak ada respons | Tidak ada respons |
Catatan Klinis Penting
Pada Primary Survey, bila status mental pasien berada pada skala V (Verbal), P (Pain), atau U (Unresponsive) dalam penilaian AVPU, maka kondisi tersebut dianggap abnormal.
Pasien dengan gangguan kesadaran berat memerlukan penanganan segera, termasuk Advanced Life Support (ALS) dan transportasi cepat ke rumah sakit rujukan.
Pediatric Reference Card (EMS): Gambaran Umum
Dokumen ini merupakan Pediatric Reference Card yang digunakan oleh layanan medis darurat . Kartu ini berfungsi sebagai panduan cepat bagi tenaga medis dalam melakukan penilaian dan tindakan kegawatdaruratan pada bayi dan anak.
1. Penilaian Awal: Pediatric Assessment Triangle (PAT)
Penilaian dilakukan secara cepat untuk menentukan apakah pasien anak berada dalam kondisi gawat darurat.
a. Kesan Umum (General Impression)
Menilai tiga komponen visual utama:
- Appearance: tonus otot, interaksi, respons terhadap lingkungan
- Work of Breathing: retraksi, cuping hidung, suara napas tambahan
- Circulation to Skin: warna kulit, perfusi, perdarahan
b. Survei Primer (Primary Survey)
Evaluasi sistematis:
- Airway
- Breathing
- Circulation / Pulse
2. Klasifikasi Kondisi Pasien (CUPS)
Klasifikasi ini membantu menentukan prioritas penanganan:
- Critical: henti napas atau henti jantung
- Unstable: gangguan jalan napas, napas, atau sirkulasi (misalnya kejang aktif, syok)
- Potentially Unstable: kondisi stabil saat ini tetapi berisiko memburuk (misalnya bayi <3 bulan dengan demam)
- Stable: tanda vital stabil, tidak ada cedera signifikan
3. Nilai Rujukan Tanda Vital Anak
| Usia | Frekuensi Napas (x/menit) | Nadi (x/menit) | TD Sistolik Minimal |
|---|---|---|---|
| Bayi (<1 thn) | 30–60 | 100–160 | >60 mmHg |
| Balita (1–3 thn) | 24–40 | 90–150 | >70 mmHg |
| Anak sekolah (6–12 thn) | 18–30 | 70–120 | >80 mmHg |
4. Prosedur Tindakan Darurat yang Dicakup
Kartu referensi ini juga memuat panduan praktis, antara lain:
- Resusitasi Neonatus: penghangatan, suction, ventilasi, hingga kompresi dada
- CPR Pediatrik: rasio dan kedalaman kompresi sesuai usia
- Skor GCS dan APGAR: penilaian kesadaran dan kondisi neonatus
- Pedoman ALS: dosis obat emergensi (misalnya epinefrin, atropin) dan defibrilasi
Pemahaman yang baik terhadap GCS pediatrik, PAT, dan klasifikasi CUPS sangat penting bagi mahasiswa kedokteran untuk mengenali kondisi gawat darurat anak secara cepat dan akurat. Pediatric Reference Card menjadi alat bantu praktis yang mendukung pengambilan keputusan klinis di situasi emergensi.
Baca juga :
No comments:
Post a Comment