Sunday, 18 January 2026

Nyeri Dada Kardiak vs Non-Kardiak: Panduan Klinis Lengkap untuk Praktik Sehari-hari di IGD

Nyeri dada merupakan keluhan high-risk yang harus diperlakukan sebagai kegawatdaruratan kardiovaskular sampai terbukti bukan. Pendekatan berbasis guideline menekankan identifikasi dini Sindrom Koroner Akut (SKA) guna menurunkan mortalitas dan mencegah keterlambatan terapi. 

Berdasarkan rekomendasi American College of Cardiology / American Heart Association dan European Society of Cardiology, setiap pasien dengan nyeri dada harus dinilai menggunakan prinsip:
> “Chest pain is cardiac until proven otherwise.”

Fokus utama:
1. Deteksi dini iskemia miokard
2. Stratifikasi risiko
3. Inisiasi terapi berbasis waktu (time-dependent therapy)

Nyeri Dada Kardiak (Iskemik Miokard) : Nyeri dada kardiak adalah manifestasi klinis dari iskemia miokard, paling sering pada:
-Angina pektoris stabil/tidak stabil
-Infark miokard (STEMI / NSTEMI)



Karakteristik Klinis Khas (Guideline Consistent)
Kualitas nyeri: menekan, tertindih, diremas, rasa penuh
Lokasi: substernal atau dada kiri
Penjalaran: lengan kiri, leher, rahang, epigastrium, punggung
Durasi: >5–10 menit, menetap
Pencetus: aktivitas fisik, stres emosional
Gejala otonom: keringat dingin, mual, sesak napas

📌 Nyeri dada tajam atau dapat direproduksi dengan penekanan tidak menyingkirkan SKA, terutama pada pasien risiko tinggi.

Nyeri Dada Non-Kardiak (Diagnosis Banding)
🟢Gastrointestinal
--> Rasa terbakar retrosternal
--> Berkaitan dengan makan/posisi berbaring
--> Regurgitasi asam

🟢Muskuloskeletal
Nyeri tajam, terlokalisasi
Nyeri bertambah saat ditekan atau bergerak

🟢Paru dan Pleura
Nyeri pleuritik (bertambah saat inspirasi/batuk)
Dapat disertai demam atau batuk

🟢 Psikogenik
Nyeri tidak khas
Disertai palpitasi, tremor, rasa cemas hebat

⚠️ Guideline menegaskan: diagnosis non-kardiak tidak boleh ditegakkan sebelum penyebab kardiak disingkirkan secara objektif.

🚨Algoritme Penilaian Nyeri Dada di IGD (Guideline-Based)
--> Penilaian Awal (≤10 menit pertama)
--> Tanda vital dan stabilitas hemodinamik
--> EKG 12 sadapan ≤10 menit
--> Akses IV dan monitoring jantung

🚨Anamnesis Terfokus
Karakter nyeri (OPQRST)

O – Onset (Awitan Nyeri)
Muncul mendadak atau bertahap
Sering terjadi saat:
Aktivitas fisik
Stres emosional
Cuaca dingin
Pada infark miokard, nyeri dapat muncul saat istirahat dan tidak membaik
📌 Red flag: nyeri baru onset pada pasien dengan faktor risiko kardiovaskular.

P – Provocation / Palliation (Pencetus & Pereda)
Provokasi:
Aktivitas fisik
Emosi
Takikardia
Pereda:
Istirahat (pada angina stabil)
Nitrat dapat mengurangi nyeri (namun bukan alat diagnostik)
⚠️ Nyeri yang tidak membaik dengan istirahat → curiga SKA.

Q – Quality (Kualitas Nyeri)
Menekan
Tertindih
Diremas
Rasa penuh atau sesak di dada
❌ Jarang:
Tajam
Menusuk
Terlokalisasi satu titik
📌 Pasien sering menggunakan gestur mengepal di dada (Levine sign).


R – Radiation (Penjalaran)
Penjalaran khas ke:
Lengan kiri (paling spesifik)
Bahu
Leher
Rahang bawah
Punggung (interskapula)
Epigastrium
📌 Nyeri yang menjalar meningkatkan probabilitas iskemia miokard.

S – Severity (Derajat Nyeri)
Intensitas sedang hingga berat
Skala nyeri sering >7/10
Tidak jarang disertai:
Keringat dingin
Mual
Rasa akan meninggal (sense of impending doom)

T – Time (Durasi & Pola Waktu)
>5–10 menit
Bersifat menetap
Pada angina:
Pola konsisten dan berulang
Pada infark:
Progresif, semakin berat, tidak hilang
📌 Nyeri dada <1 menit jarang bersifat iskemik.

--> Faktor risiko kardiovaskular:
Diabetes melitus
Hipertensi
Dislipidemia
Merokok
Usia lanjut

--> Pemeriksaan Penunjang
EKG serial
Biomarker jantung (Troponin) sesuai protokol 0–1 jam atau 0–3 jam

5. Perbandingan Klinis Nyeri Dada
Aspek Kardiak (Iskemik) Non-Kardiak
Sifat Menekan, berat Tajam / terbakar
Lokasi Luas, substernal Lokal
Penjalaran Umum Jarang
Reproducible Tidak Sering
Respon nitrat Bisa membaik Tidak spesifik
Risiko mortalitas Tinggi Rendah

6. Terapi Farmakologis Awal (Guideline-Based)
-> Nitrat (ISDN)
Digunakan untuk terapi simptomatik
Bukan alat diagnostik
Kontraindikasi: hipotensi, infark ventrikel kanan, usia >70th

6.2 Antiplatelet (Loading Dose)
Sesuai rekomendasi guideline SKA:

1. Aspirin
Loading: 160–325 mg
Maintenance: 75–100 mg/hari

2. Clopidogrel
Loading: 300 mg
Maintenance: 75 mg/hari
📌 Pemberian dilakukan setelah mempertimbangkan risiko perdarahan dan rencana reperfusi.

-->> Indikasi Kegawatan dan Rujukan
Pasien harus diprioritaskan sebagai kegawatdaruratan kardiak bila:
Nyeri dada menetap >5 menit
Disertai sesak napas dan keringat dingin
Penjalaran khas
Riwayat faktor risiko kardiovaskular

➡️ Rujukan segera ke IGD dengan fasilitas EKG, biomarker jantung, dan reperfusi.

Pendekatan nyeri dada harus mengikuti algoritme guideline, bukan berdasarkan persepsi subjektif semata. Keterlambatan diagnosis nyeri dada kardiak merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang dapat dicegah.

🥀 Lebih aman over-diagnose nyeri dada sebagai kardiak daripada terlambat menegakkan SKA.

🚨Catatan 
STEMI atau NSTEMi pada usia >75th 
Pertimbangkan pemberian : 
Kalau 
ISDN 5mg 
Aspilet 160mg
Atorvastatin 40mg 
CPG 300mg atau Ticaglerol(Briclot 90mg)

STEMI posterior tdk boleh ISDN


Baca juga 

No comments:

Post a Comment