Tuesday, 20 January 2026

Kapan Harus ke IGD? Ini Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Ditunda



Banyak orang ragu saat menghadapi kondisi darurat: “Ini perlu ke IGD atau bisa tunggu besok?”

Keraguan ini sering berakibat fatal karena keterlambatan penanganan.

Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditujukan untuk kondisi yang mengancam nyawa, fungsi organ, atau berpotensi memburuk dengan cepat. Artikel ini akan membantu Anda mengenali tanda bahaya yang wajib segera ke IGD, tanpa istilah medis rumit.

Apa Itu IGD dan Mengapa Tidak Semua Pasien Harus ke Sana?

IGD adalah unit rumah sakit yang menangani:

  • Kondisi mengancam nyawa
  • Risiko kerusakan organ permanen
  • Keadaan yang tidak boleh menunggu

πŸ“Œ Tidak semua keluhan harus ke IGD, tapi jangan menunda bila ada tanda bahaya.

🚨 Tanda Bahaya yang HARUS Segera ke IGD

1️⃣ Sesak Napas

Segera ke IGD bila:

  • Napas cepat atau tersengal
  • Dada tertarik ke dalam saat bernapas
  • Bibir atau ujung jari kebiruan
  • Sesak muncul tiba-tiba

⚠️ Bisa menandakan: asma berat, pneumonia berat, emboli paru, gagal jantung.

2️⃣ Nyeri Dada Hebat

Terutama jika:

  • Rasa ditekan / tertindih
  • Menjalar ke lengan kiri, rahang, punggung
  • Disertai keringat dingin, mual, lemas

πŸš‘ Curiga serangan jantung — waktu adalah nyawa.

3️⃣ Penurunan Kesadaran

Termasuk:

  • Mengantuk berlebihan
  • Sulit dibangunkan
  • Bicara pelo, bingung mendadak
  • Kejang

⚠️ Bisa disebabkan stroke, infeksi berat, gula darah ekstrem, cedera kepala.

4️⃣ Demam Tinggi dengan Tanda Bahaya (Terutama Anak)

Ke IGD bila demam disertai:

  • Anak tampak lemas
  • Tidak mau minum
  • Kejang
  • Napas cepat
  • Ruam merah menyebar

πŸ“Œ Pada bayi <3 bulan, demam apa pun = IGD.

5️⃣ Muntah atau BAB Berdarah

Tanda serius:

  • Muntah darah merah atau hitam
  • BAB hitam pekat atau berdarah segar

⚠️ Bisa menandakan perdarahan saluran cerna.

6️⃣ Nyeri Perut Hebat Mendadak

Apalagi jika:

  • Nyeri tidak tertahankan
  • Perut keras
  • Nyeri bertambah saat ditekan
  • Disertai muntah terus-menerus

🚨 Bisa terkait usus buntu, perforasi usus, atau perdarahan internal.

7️⃣ Trauma atau Kecelakaan

Ke IGD bila terjadi:

  • Benturan kepala
  • Kecelakaan lalu lintas
  • Jatuh dari ketinggian
  • Luka dalam atau perdarahan aktif

πŸ“Œ Meski tampak “baik-baik saja”, cedera dalam bisa terlambat muncul.

Kondisi yang Biasanya TIDAK Perlu ke IGD

Bisa ke rawat jalan atau klinik bila:

  • Batuk pilek ringan
  • Demam ringan tapi masih aktif
  • Nyeri ringan yang membaik dengan obat
  • Kontrol penyakit kronis rutin

⚠️ Jika ragu → IGD lebih aman.

Prinsip Penting: Jangan Tunggu Sampai Parah

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Menunggu “nanti juga sembuh”
  • Takut dianggap berlebihan
  • Takut biaya

πŸ“Œ Datang ke IGD lebih cepat jauh lebih aman daripada terlambat.

IGD bukan untuk semua keluhan, tetapi sangat krusial untuk kondisi darurat.
Kenali tanda bahaya seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, perdarahan, dan trauma.


Baca juga Nyeri dada Jantung dan bukan Jantung

apa yang harus disiapkan saat ke IGD

No comments:

Post a Comment