Monday, 12 January 2026

( Panduan Lengkap ) Apa yang Harus Disiapkan Saat Membawa Pasien ke IGD



Kondisi darurat sering datang tanpa tanda. Seperti sebuah kiasan yang sering kita dengar, kita tidak pernah tahu hari dan waktunya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa saja sedang beraktivitas normal, lalu tiba-tiba ada anggota keluarga yang jatuh sakit, mengalami kecelakaan, atau kondisinya memburuk secara mendadak. Pada saat seperti itu, kepanikan sering kali tidak bisa dihindari.

Namun, kepanikan justru dapat memperlambat pertolongan. Padahal, dalam kondisi darurat, waktu adalah faktor yang sangat menentukan. Persiapan sederhana yang dilakukan jauh hari atau setidaknya sudah dipahami sebelumnya, dapat sangat membantu ketika keluarga harus membawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau Unit Gawat Darurat (UGD).

Di lapangan, sering dijumpai keluarga datang ke IGD tanpa membawa apa pun. Tidak ada kartu identitas, tidak membawa kartu BPJS, bahkan tidak mengetahui riwayat penyakit pasien. Di era sekarang, sebagian besar rumah sakit sudah menggunakan sistem data elektronik dan komputerisasi. Ketika data pasien tidak tersedia atau sulit diakses, proses administrasi menjadi lebih lama dan pada akhirnya dapat memperlambat pelayanan medis.

Padahal, persiapan sederhana tidak hanya membantu petugas rumah sakit, tetapi juga sangat membantu pasien dan keluarganya sendiri. Dengan persiapan yang baik, proses pelayanan di rumah sakit dapat berjalan lebih lancar, lebih cepat, dan lebih tepat.

Pahami Kapan Pasien Harus Dibawa ke IGD

Salah satu hal penting yang perlu dipahami masyarakat adalah kapan seseorang harus dibawa ke IGD dan kapan cukup berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pemahaman ini penting agar IGD benar-benar digunakan untuk pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat.

Perlu diketahui bahwa bahkan di rumah sakit rujukan sekalipun, ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis terbatas. Jika IGD dipenuhi oleh pasien yang sebenarnya tidak gawat, maka pasien yang benar-benar darurat bisa terlambat mendapatkan penanganan.

Kondisi yang Masih Bisa Berobat ke Puskesmas atau Rawat Jalan

Beberapa keluhan berikut umumnya tidak memerlukan penanganan IGD, selama kondisi pasien masih stabil:

  • Demam tanpa disertai muntah dan mencret
  • Batuk dan pilek
  • Diare tetapi pasien masih bisa makan dan minum
  • Sakit gigi tanpa bengkak berat atau demam tinggi
  • Keluhan ringan yang tidak mengganggu kesadaran dan pernapasan

Pada kondisi tersebut, pasien dapat berobat ke Puskesmas, klinik, atau poli rawat jalan.

Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Ditunda

Sebaliknya, ada beberapa kondisi yang tidak boleh ditunda dan harus segera dibawa ke IGD karena dapat mengancam nyawa atau menyebabkan kecacatan jika terlambat ditangani, antara lain:

  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran atau tidak responsif
  • Nyeri dada hebat, terutama menjalar ke lengan atau rahang
  • Kejang, baik pada anak maupun dewasa
  • Perdarahan hebat yang tidak bisa berhenti

Jika salah satu tanda ini muncul, jangan menunggu, segera bawa pasien ke IGD terdekat.

Bedanya Kondisi Darurat dan Tidak Darurat

Kondisi darurat adalah kondisi yang harus ditangani segera, karena jika tidak ditangani dapat menyebabkan kematian atau kecacatan dalam waktu singkat. Pasien dengan tanda bahaya di atas termasuk dalam kategori ini.

Namun, perlu dipahami bahwa dokter di IGD tetap akan melakukan evaluasi ulang. Tidak semua pasien yang datang ke IGD otomatis masuk kategori gawat darurat. Evaluasi ini penting agar penanganan sesuai dengan kondisi pasien.

Barang yang Sebaiknya Dibawa Saat ke IGD

Identitas Pasien (SANGAT PENTING)

Identitas pasien adalah hal yang sangat penting karena berkaitan dengan seluruh proses administrasi rumah sakit. Dengan adanya identitas, proses pendaftaran, klaim BPJS, dan pencatatan medis menjadi jauh lebih mudah.

Sebaiknya keluarga membiasakan:

  • Menyimpan foto KTP di galeri handphone
  • Mengetahui NIK pasien

Barang yang perlu dibawa:

  • KTP atau kartu identitas
  • Kartu BPJS atau asuransi
    (Jika tidak membawa kartu BPJS, biasanya tidak masalah karena nomor BPJS sudah terhubung dengan NIK di KTP. Yang paling penting adalah membawa KTP.)

Dokumen Medis (Jika Ada)

Dokumen medis sangat membantu dokter dalam mengambil keputusan, terutama pada pasien dengan penyakit kronik.

  • Surat rujukan
  • Ringkasan rawat inap sebelumnya
  • Hasil pemeriksaan laboratorium atau radiologi terakhir

Informasi Medis yang Harus Diketahui Keluarga

Pasien dan keluarga seharusnya aktif bertanya setiap kali berobat ke rumah sakit atau Puskesmas. Informasi tentang diagnosis, rencana perawatan, dan obat yang diberikan sebaiknya dipahami dengan baik.

Jika pasien tidak sadar, masih bayi, atau dalam kondisi khusus yang tidak memungkinkan berbicara, maka keluarga atau orang terdekat memiliki peran yang sangat penting. Riwayat penyakit dan kejadian sebelum masuk rumah sakit harus diceritakan dengan jujur dan sebenar-benarnya.

Sebagai contoh, jika pasien berada dalam pengaruh alkohol atau obat tertentu, keluarga harus menyampaikan hal tersebut, karena sangat memengaruhi penanganan medis.

Informasi Medis yang Perlu Diketahui

  • Riwayat penyakit pasien
  • Penyakit kronik (diabetes, hipertensi, penyakit jantung, ginjal, stroke)
  • Riwayat operasi
  • Obat yang sedang dikonsumsi:
    • Nama obat rutin
    • Obat terakhir yang diminum
  • Riwayat alergi obat atau makanan

Persiapan Fisik Pasien

Persiapan fisik pasien sering kali dianggap sepele, padahal cukup berpengaruh dalam pemeriksaan di IGD. Misalnya, pasien menggunakan pakaian terusan sehingga menyulitkan pemeriksaan dada dan perut. Atau pasien tidak tahan dingin, sementara ruang IGD biasanya ber-AC.

Beberapa hal berikut bisa dipersiapkan (tidak wajib, tetapi membantu):

Pakaian dan Barang Pribadi

  • Pakaian longgar
  • Popok dewasa (jika diperlukan)
  • Alat bantu seperti kacamata atau alat dengar
  • Selimut tipis jika pasien mudah kedinginan


Sikap keluarga dan pasien sangat memengaruhi kelancaran pelayanan di IGD. Sebaiknya keluarga:

  • Tetap tenang dan kooperatif
  • Menjawab pertanyaan dokter dan perawat dengan jujur
  • Tidak menyembunyikan informasi

Kejujuran sangat penting karena akan menentukan penegakan diagnosis dan rencana perawatan selanjutnya.

Pahami Proses Triase

IGD adalah ruang khusus untuk pasien gawat darurat. Penanganan pasien tidak berdasarkan urutan kedatangan, tetapi berdasarkan tingkat kegawatan.

Secara umum, pasien dikategorikan:

  • Gawat yang harus ditangani segera
  • Gawat yang dapat ditangani dalam 24 jam
  • Gawat yang dapat ditangani dalam 48 jam

Sebagai contoh, pasien dengan nyeri dada akan didahulukan dibanding pasien nyeri ulu hati, karena nyeri dada bisa merupakan tanda serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu 30 menit hingga 1 jam.

Hal ini perlu dipahami agar keluarga tidak panik atau marah ketika pasien belum langsung ditangani.

Kesalahan Umum Keluarga Pasien di IGD

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Terlalu banyak pendamping sehingga mengganggu pemeriksaan
  • Memaksa dokter memberikan infus, oksigen, atau obat tanpa indikasi
  • Tidak memercayai pertimbangan medis dokter

Perlu dipahami bahwa infus, obat, dan oksigen adalah bagian dari pengobatan, yang harus diberikan dengan indikasi yang tepat. Pemberian tanpa indikasi justru bisa memperburuk kondisi pasien.

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa

  • Perhiasan berlebihan
  • Uang tunai dalam jumlah besar
  • Barang berharga yang tidak diperlukan

Selain berisiko hilang, perhiasan juga dapat mengganggu pemeriksaan medis, misalnya pada pemeriksaan rekam jantung (EKG).


IGD bekerja untuk menyelamatkan nyawa. Namun, pelayanan yang cepat dan tepat membutuhkan kerja sama antara tenaga medis, pasien, dan keluarga. Persiapan yang baik, sikap yang kooperatif, dan pemahaman tentang proses di IGD akan sangat membantu.

Jika ragu, lebih baik segera ke IGD daripada terlambat.

No comments:

Post a Comment